titik balik

There are two great days in people lives. First, the day you were born. And second, the day you discover why.

To me personally, I was an ignorant person with a very hopeless and dark perspective on life and the world... and Islam is the only thing in my entire life that has inspired me to grow, love all others, and be a better person. Islam is the only thing that has given me hope and makes this crazy world we live in make some sort of sense. I now see a reason and purpose. I feel I am a totally different person now, for the better. Shibgatullah :') If it wasn't for Islam, I would be emotionally and spiritually dead. Alhamdulillah

"And Allah found you lost, and guided you" (Qur'an 93:7)

...

Pencerahan itu minimal dilakukan dengan pencarian, bukan? Ga semua orang tahu, saat ini mereka ada dimana. Dan akan menuju kemana. Selagi mempelajari Islam lebih mendalam, gw seperti menemukan kompas. Ajaib. Semua idealisme yang menghujam di sistem limbik  yang telah terkonsolidasi bertahun tahun sebagai reaksi dari pengalaman dan perjalanan hidup gw tiba-tiba..menyublim begitu saja. Hilang. Ter-replace dengan konsep baru, Islam. Tergantikan dengan penerimaan akan ajaran Islam yg sesungguhnya. 

Mindset, fiqrah atau point of view gw dalam menilai berbagai hal, lifestylehabits, selera berpakaian, sampai apa yang gw cinta dan benci kini berubah. Islam merubah the way of life gw, total. That's called shibghah. Gw merasakan efek coloring itu. Ibarat jiwa-raga gw dicelupkan ke satu warna. Warna yang Allah suka. Warna ini adalah pendaran jati diri gw, identitas gw yang baru.


KEBAHAGIAAN

Kebahagiaan senantiasa dicari orang. Sayangnya, banyak yang tersesat karena tidak tahu mesti mencarinya kemana, atau bahkan tidak tahu bahagia itu apa. Mereka yang menilai kebahagiaan dengan materi hanyalah orang-orang yang tertipu, karena segala sesuatu yang ada di dunia ini hanya memiliki harga sesuai kemampuan manusia untuk menakarnya.

Hati manusia telah disetting untuk mencari kebenaran, yaitu mengetahui siapa penciptanya. Sebelum hati menemukan jawabannya, ia belum benar-benar bahagia. 

Selama ini gw selalu terbutakan oleh hal-hal yang bersifat materi. Gw terbuai oleh kenikmatan yang bersifat tangible. Gw lupa bahwa esensi dari manusia hanyalah sebuah jiwa dalam tubuh. Artinya, jasad itu hanyalah alat, sedangkan ruh yang bersarang di dalam jasad adalah inti kehidupan. Gw terlalu sibuk memberi makan jasad gw tanpa memikirkan kebutuhan ruh.

Ada hal-hal yang menjauhkan manusia dari kebahagiaan, antara lain adalah takut mati. Al Wahn, artinya cinta dunia dan takut mati. Pada dasarnya perasaan ini menimpa mereka yang tak tahu mati. Mereka tidak tahu kemana jiwa raganya pergi sesudah mati. If you never think about death, well you never think about life. Tapi kenapa hanya sedikit orang yang memikirkan dan mempersiapkan ini? seolah-olah mereka akan hidup abadi di dunia, padahal kematian mengintainya dari dekat. 

Dalam Islam, kematian adalah belas kasihan Allah kepada para hamba-Nya. Manusia disuruh pergi ke dunia, dan kemudian dipanggil pulang. Bahagia adalah ketika kita menemukan alasan kenapa kita hidup dan untuk apa kita mati. Sehingga nyawa kita yang cuma satu-satunya ini tidak sia-sia kita pergunakan. Berkenalan dengan pencipta kita, mempelajari sifat-sifatNya, jatuh cinta kepadaNya, berserah diri secara total kepadaNya, menghambakan diri kepadaNya secara sempurna.. tidaklah mungkin merasa sedih berkepanjangan.

Sekedar mempercayai keberadaan Tuhan itu tidaklah cukup. Iblis juga percaya adanya Tuhan. Mempercayai Tuhan akan salah jika tidak tunduk kepadaNya dengan cara, metode, jalan yang disetujui olehNya. Iblis yang mempercayai dan mengakui Allah sebagai pencipta alam semesta aja masih disebut kafir karena pengingkaran terhadap perintahNya. Jika kita memahami dan mengakui Tuhan sesuai perintah, cara, jalanNya, maka kebenaran akan diketahui.

"...Hendaklah mereka itu memenuhi perintahKu dan beriman kepadaKu agar mereka memperoleh kebenaran" (QS. Albaqarah 186)

Agama menyadarkan kita bahwa kematian itu telah pasti bagi kita, bahwa kita tidak punya apa-apa dan akan kembali dalam keadaan tidak membawa apa-apa. Hanya dengan seperangkat aturan yang menyelamatkan, sungguh-sungguh berusaha memperbaiki hidup, agar beroleh kematian yang nikmat adanya, yaitu kematian dalam keadaan memperoleh ridha Allah.

***

Life asked death:

"Why do people love me but hate you?"

Death responded:


"Because you are a beautiful lie and I am a painful truth"

Komentar

Postingan populer dari blog ini

shitty day

Apa itu bahagia?

Kenapa Menulis??