Apa itu bahagia?
Tiap orang punya definisi masing-masing tentang kebahagiaan. Happiness. Filsuf Aristoteles menyebut happiness sebagai "summum bonum" atau kebaikan tertinggi. Rata-rata aktivitas apapun yang kita lakukan tujuannya adalah biar kita bahagia. Menurut Gretchen Rubin, ga semua hal yang menyenangkan buat orang lain menyenangkan buat kita. Dan kebahagiaan menjadi sesuatu yang tidak bisa diukur karena tiap orang punya standar masing-masing. Tapi ironisnya penelitian menunjukkan bahwa ngejar happiness malah bikin orang ga bahagia. Ada apa ini? :)
Kadangkala sesuatu yang dipandang bahagia oleh seseorang, tapi tidak di mata orang lain. Aristoteles menyatakan pandangan yang senada, bahwa bahagia itu adalah kesenangan yg dicapai oleh setiap orang menurut kesukaan mereka masing-masing.
Orang fakir mengatakan bahagia pada kekayaan
Orang sakit mengatakan bahagia pada kesehatan
Orang buta mengatakan bahagia adalah bisa melihat
Orang gendut mengatakan bahagia adalah bisa..kurus. Huft.
Tahukah kau seorang wanita dusun bernama Asma bin Bahdal yang dinikahi oleh Muawiyah bin abu sufyan lebih memilih dan berbahagia kembali pada gubuknya di dusun daripada mendekam dalam istana yang indah gemerlap?
Apalah gunanya pena emas bagi orang yang tak pandai menulis?
Apalah artinya intan berlian bagi orang gila?
Lalu kita semakin bingung meredefinisi arti bahagia. Betapa subjektifnya. Dimanakah sebenarnya bahagia itu? Semakin kita mencarinya di buku-buku ahli filsafat dan tasawuf, tidak bisa membuat kita bahagia karena ternyata yang kita kumpulkan hanyalah pendapat orang lain.
*
Manusia modern, mengukur kebahagiaan dengan pencapaian materi dan kebebasan akal. Negara-negara Barat menciptakan teknologi, dan fasilitas modern untuk mempermudah hidup. Tapi akibat kebebasan yang kebablasan, mereka bisa kapan saja mencari ’kebahagiaan’ itu tanpa batas.
Kapan saja boleh membeli perempuan. Mau mabuk, tempatnya juga tidak susah. Ingin berjoged ria dan berteriak, sudah ada tempatnya. Ingin apa saja, negara membolehkannya, asalkan aman-aman tidak bahayakan negara. Namun betulkan mereka hidup teratur dan bahagia?
**
Sebuah benda yang berjalan tidak menurut aturan mainnya tidak akan menemukan kesempurnaan. Jika bahagia itu sumbernya dari hati, tanyakan lah pada Pencipta hati, apa itu bahagia.
Oleh agama perjalanan bahagia itu telah diberi akhir. Puncak penghabisannya ialah kenal akan Tuhan. Bahagia ialah anugerah dari Allah kepada orang-orang yang dipilihNya. Boleh jadi orang lain tidak merasakannya meskipun orang yang diberi dan tidak diberi kebahagiaan itu duduk bersebelahan setiap hari.
Hati lah yang merasakan bahagia. Tanyakanlah lah apa itu bahagia pada pencipta hati.
Karena hati itu dijadikan ialah buat mengingat Tuhan. Ketika ia digunakan sesuai dengan fitrah penciptaanya, maka ia akan bahagia. Manusia hakikatnya adalah ruh yang menghuni jasad. Ruh tidak pernah mati, hanya berpindah dari satu dimensi ke dimensi berikutnya. Sebelum dicipta berbentuk fisik manusia, ia telah di-install program keimanan kepada Allah. Ruh manusia mengikat janji: ”Dan ingatlah ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): 'Bukankah Aku ini Tuhanmu?'. Mereka menjawab: 'Betul (Engkau Tuhan kami), kami bersaksi” (QS. Al-A’raf: 172).
Lalu ruh kita dihembuskan ke dalam rahim ibu-ibu kita. Sampai di sini, mari kita bicarara tentang cinta. Bahagia sangat identik dengan cinta, bukan? :)
Ketika kita masih terbungkus di dalam kandungan, apakah kita mencintai ibu kita? Apakah kita merasakan cinta ibu kita? Belum. Bahkan kita belum mengenal beliau, kita tidak peduli siapa beliau. Tapi yang jelas, ibu yang sedang mengandung kita sangat mencintai bayinya. Allah memiliki salah satu sifat, yaitu Ar-Rahman. Kamu tahu apa artinya Ar-Rahman? Ar-rahman berakar dari kata rahim (womb), yang artinya kasih sayang. That's describes how we are the baby in the tummy. Allah knows, he cares, he loves us completely even more than how the mother loves the baby even if we don't know or care for Him. Even greater than that. That is where the name Allah Ar Rahman comes from. Beyond mercy. Unimaginable. Like the mom but even far more greater.
And we forget. We are Insan, manusia. Akar kata insan adalah nisyân which means "to forget". Lupa. So that is why the Quran is there to remind us. Allah says "You forget I remind you" through the Quran. Insan we are forgetful indeed. Al-Qur'an is the ultimate reminder. Reminder is something that you're already know, that something that you knew, but you forgot. Dzikrillah, rememberance of Allah. So remind with the Quran. In Qur'an, there so much repetitions. He says mention in many-many time. It's illustrated how quickly people forgot.
So even if you know about taqwa, you forgot to apply it.
So even if you know about taqwa, you forget to think about it
So even if you know about taqwa, you forget to realize it
***
So, back to our topic then.
Jadi, apa itu bahagia?
Bahagia adalah mengenal hakikat kita, manusia. Dan mengenal siapa Pencipta kita.
Lalu, apa lagi?
Tunduk dan patuh mengikuti garis-garis yang ditentukan Pencipta kita, taqwa. Taqwa adalah menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya. Hakikat manusia yang bertaqwa adalah kembali kepada fitrah. Maka misi agama Islam adalah mengembalikan manusia agar menjalankan kemanusiaannya yang normal, sesuai fitrahnya. Menentang aturan agama, berarti dia termasuk manusia tidak normal, tidak bebas, terpenjara syahwat. Masuk akal, jika kemudian orang demikian hidup tidak bahagia. Jadi, orang taat adalah orang yang paling bahagia. Sama dengan analogi, orang disiplin adalah orang yang paling bebas. Sering kali disiplin diartikan dengan tiada kebebasan. Padahal orang-orang yang disiplin adalah orang-orang yang benar-benar bebas, bukan? sedangkan orang-orang tidak disiplin adalah budak dari suasana hatinya. Budak kesenangan. Budak hawa nafsunya. Kebahagiaan itu dengan menuruti fitrah, bukan nafsu. Taqwa lah sebaik-baiknya bekal.
Well, If you don't believe.. it is because you don't understand. Only animals need to see to believe. Human beings understand to believe :)
Kalimat penutup yg tepat
BalasHapusKalimat penutup yg tepat
BalasHapus