TENTANG ISLAM

Being a strong-willed person, membuat gw ga bisa langsung percaya sebelum gw membuktikan sendiri. Sudah cukup gw merasa terintimidasi dengan kebodohan diri yang ga tau apa-apa, sehingga gw kebingungan dimana harus berdiri. 

Gw kembali mengkritisi apa yang udah gw dapet. Gw mulai bertanya-tanya "Apakah Al-qur'an itu benar-benar murni atau oplosan?" Kembali lah gw menelusuri literatur-literatur kontra itu. Sialan, pertanyaan ini mengantarkan gw kepada situs faithfreedom dan islamliberal yang...kacau. Seluntur-lunturnya iman gw, gw tau ada yang gak beres dengan kedua situs tadi dan orang-orang yang bercokol di dalamnya. Yang satu isinya orang-orang sotoy ngangkat isu-isu jadul dan membumbuinya dengan data mentah yang hanya bermodalkan gugel dan wikipedia, yang satunya lagi isinya babu-babu amriki yang hobi mempelintir makna literal kitab sana-sini demi kencringan dolar. So, untuk mengimbanginya, gw belajar juga dari 'orang dalem' yang percaya diri dengan keislamannya. 

Tiap hari gw ga bisa berhenti baca Al-qur'an ini dengan niat mengkomparasi dan mencari-cari kesalanannya. Sadar, ilmu gw belum mumpuni, jadi untuk menghindari prasangka-prasangka belaka, gw mencoba belajar dari buku-buku mufassir (ahli tafsir) karena dalam menafsirkan Al-quran ga bisa sembarangan dude, ada kaidah dan syarat. Untuk memenuhi prasyarat ini seseorang harus menguasai Bahasa Arab, Asbabun Nuzul ayat (sebab-sebab diturunkannya ayat dan perintah) dan literatur Hadits secara mendalam. Dan itu belum cukup, untuk mengerti gambaran tentang hakikat Islam yang sebenarnya gw mesti mempelajari sirah nabawi. Agama islam sendiri adalah the way of life-nya kehidupan Rasulullah, semacam manusia pilihan yang dijadikan percontohan bagi semesta. 
Latar belakang beliau, keutamaannya, sejarah hidupnya dari lahir sampai beliau menghembuskan nafas terakhirnya, akhlaqnya, aqidahnya..dsb dsb dsb. Hasilnya, lu jadi paham bener kapan ayat tertentu diturunkan, kenapa, dan peristiwa apa yang mendasari diturunkan ayat tersebut, bagaimana hukumnya, dsb. Ah, dien ini kompleks sekali bukan?  Islam itu komprehensif. Ini menarik.

Ketika gw mendalami Al-qur'an, ada yang membuat gw merasa tertantang; bahasa arab. Pikiran gw mulai meraung-raung lagi, "Kenapa? Kenapa sih Allah menurunkan Al-Quran a.k.a petunjuk hidup umat manusia, ke dalam Bahasa Arab? Memangnya apa kelebihannya dibandingkan dengan bahasa-bahasa lain yang ada di muka bumi ini? apa sih istimewanya? Well, ternyata, bangsa arab yang katanya terbelakang, memiliki tata bahasa yang canggih. Silakan cek dengan ahli sastra/bahasa, bagaimana kedudukan sastra arab sebenarnya di hadapan bahasa-bahasa lainnya.

Ada satu pelajaran lagi yang membuat gw takjub tiada tara. Tentang efek "coloring" yang diberikan islam kepada pemeluknya. Coloring atau dalam bahasan Al-qur'an “sibgah wal ilnqilab” yaitu mewarnai dan mengubah manusia. Merubah karakter manusia dari tidak baik menjadi baik. Lantas apa sebenarnya yang menjadi rahasia dari Islam sehingga bisa mempunyai efek coloring? Bagian mana dari Islam yg paling penting dalam memberikan coloring

Rahasianya ada pada syahadat, kalimat pendek yg revolusioner. Syahadat lah yang menjadi pondasi dari coloring Islam. Betapa dua kalimat syahadat mengalami distorsi makna yang sangat parah. Setau gw, dari jaman SD, arti dari Asyhadu alla illaha ilallah artinya Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah". Itu saja. Padahal penggunaan kata 'illah' sendiri memiliki 8 arti. Jadi kalo diartiin kira-kira seperti ini, "Aku bersaksi bahwa:

a. Tidak ada yang mententeramkan hati kecuali Allah. (Ar Ra’d 13:26)
b. Tidak ada tempat berlindung kecuali Allah.(Asy Syura 42:9)
c. Tidak ada yang dicintai kecuali hanya Allah. (At Taubah 9:24)
d. Tidak ada yang diibadahi kecuali Allah. (Al Fatihah 1:4)
e. Tidak ada yang ditaati kecuali Allah. (An Nisa 4:59)
f. Tidak ada pemilik atau raja kecuali Allah. (Ali Imran 3:32)
g. Tidak ada yang diagungkan kecuali Allah. (Al Waqiah 56:96)
h. Tidak ada yang harus dipegang teguh kecuali Allah. (An Nisa 4:176)
i. Tidak ada penguasa kecuali Allah. (Al Anam 6:61)
j. Tidak ada sumber hukum kecuali Allah. (Asy Syura 42:10)"

See? Betapa syahadat adalah kalimat yang sangat berbahaya untuk diucapkan seseorang yang gak paham. Justru jika seseorang mengerti makna syahadat, maka syahadat adalah bagian terberat dari Islam. Setelah kita mengucapkannya, disini ada konsekwensi besar. Bagian mana yang terberat dalam surat perjanjian bisnis? Judulnya? Taggalnya? Hak kita? Kewajiban kita? Mana yang terberat? Yang paling berat dari sebuah perjanjian adalah bagian terbawah, yaitu tanda tangannya, pernyataan kesediaan mengikat diri dg isi perjanjian. Syahadat adalah tanda tangan itu. Syahadat adalah “power of deal". Syahadat adalah pernyataan kesediaan untuk mentaati seluruh isi perjanjian, syahadat adalah tanda tangannya. Shalat, puasa, zakat, haji, akhlaq, hukum syariah adalah isi perjanjian.Yang paling berat dalam kontrak kerja bukanlah isi perjanjiannya, tapi tanda tangannya. Tanpa tanda tangan, isi tak berarti. Ini coloring.

Ketika Allah memerintahkan jilbab bagi muslimah, maka muslimah yang paham akan menaatinya sebagai konsekwensi dari syahadatnya. Ketika Allah melarang manusia mendekati zina, maka pemuda-pemudi muslim yang paham akan menaatinya dengan tidak berpacaran sebagai konsekwensi syahadatnya. Jika seseorang tadinya mabuk-mabukan, kemudian dia membaca larangan minum khamr dalam quran, dia akan berhenti segera sebagai konsekwensi dari syahadatnya. Coloring sebagai konsekwensi syahadat ini akan muncul dalam berbagai aspek seperti mindset, penampilan fisik dan perasaan. Pakaian islami, ilmu syar'i, bank syar'iah, itu hanya beberapa contoh kecil dari aspek-aspek yang terwarnai Islam. Betapa islam itu sesungguhnya sangat menyeluruh. Bahkan coloring Islam ini akan merubah “rasa” seseorang dalam mencinta. Tipe perempuan mana yg ia cintai akan berubah. Syahadat memang mudah kalau seseorang tdk memahami konsekwensinya. Syahadat adalah inti dari seluruh ajaran Islam. kenapa kemudian syahadat menjadi rukun Islam yang pertama, Ia adalah ikatannya. Sedangkan rukun Islam yg lain adalah isinya. 

Ketika seorang muslim menjauh dari Islam, jiwanya kosong dari nilai. tidak paham konsepsi islam yang sesungguhnya, efek coloring tak berbekas. Hidupnya tidak punya solusi. Bagaimana mungkin jika kita tidak punya pakem yang aman, tidak punya hukum haram-dan-halal yang jelas, menerobos batas.. akankah hidup kita baik-baik saja? Orang-orang liberal itu..sekilas hidupnya bebas tanpa batas. Seperti main-main. Bahagia bukan? Bukan. Mereka terpenjara tapi ga sadar. Budak hawa nafsu. Orang-orang taat itu..sekilas hidupnya terpenjara. Padahal agama bukan borgol. Tp petunjuk hidup, agar selamat sampai tujuan. Tidak kena tipu-tipu. Adapun orang-orang yang gemar merelatifkan segala hal, maka relativitas nilai hanya akan membuat manusia bingung, terus terengah-engah mencari kebenaran. Berbeda dengan Islam, nilainya pasti dan mengikat. Sehingga tidak mungkin, agama yg konsepsinya rapuh jadi solusi hidup manusia. 

Dan iman itu satu paket; sinkronisasi antara keyakinan (hati), ucapan, dan perbuatan. Gw jadi ngerti kenapa mayoritas kaum muslim 'keturunan' ga ada perubahan perilaku dengan memeluk islam, karena mereka sendiri ga ngerti dengan apa yang nenek moyang mereka ucapkan. Berbeda dengan mualaf yang secara sadar penuh kerelaan mencelupkan dirinya ke dalam warna Allah dengan mengucapkan kalimat syahadat. Sungguh lucu. Gw teringat dengan ucapan seorang teman yang sampai sekarang masih menghujam di titik aduh, beliau mengatakan, "islam keturunan? islam keturunan itu hanya berlaku buat anak-anak berusia 0-5 tahun yang belum bisa berpikir kenapa mereka harus islam. Kalau sampai detik ini lo masih ngaku Islam keturunan, otak lo selama hidup dipake ngapain aja?". Miris ya.. terlalu banyak hal-hal yang mengalihkan perhatian kita sampai kita abai dengan hal yang paling fundamental. Dan betapa banyak pemuda-pemudi yang tertipu dengan propaganda hura-hura, hore-hore, dan hare-hare, yang membuat lalai dari kegiatan berfikir. Termasuk gw  :')

Syahadat adalah intisari dari konsepsi Islam. Taat pada seluruh perintah Allah. Caranya? Contoh lah Rasulullah. Tidak ada manusia manapun dalam sejarah yg melakukan reformasi masyarakat dengan kecepatan yang menakjubkan seperti Rasulullah. Hanya 23 tahun. Bahkan coloring yang dilakukan Rasulullah , kemudian menjadi pondasi kepemimpinan Islam atas dunia. Efek coloring ini nyata terbukti di masyarakat Makkah dan Madinah. Rasulullah menghadapi masyarakat arab yg karakter jahiliyahnya lengkap: mabuk, judi, zina, perbudakan, membunuh anak perempuan, seks bebas, perang saudara, menyembah berhala dll. Lengkap sudah. Ketika Indonesia memiliki masalah seperti yang dihadapi Rasulullah, kira-kira butuh berapa lama untuk menghilangkan semua permasalah tsb? Jika mabuk, judi, narkoba, bunuh anak kandung hidup-hidup, perang saudara dll jd budaya Indonesia, berapa lama problem ini bs hilang? 1, 5, 10, 20, 100 thn? Rasulullah hanya butuh waktu kurang dari 23 tahun untuk menghilangkan semua problem masyarakat di seluruh jazirah arab dengan coloring. Penyakit-penyakit masyarakat tersebut tak sekedar hilang, tapi berganti dengan akhlaq mulia. Islam, meminta perubahan total sebagai konsekuensi syahadat. Ini yg disebut dengan sibghah atau coloring.

"Shibghah Allah. Dan siapakah yang lebih baik shibghahnya daripada Allah?..."
(Al-baqarah: 138)

Hanya dengan ilmu, kita bisa selamat. Bukan dengan membebek, bukan karena ikut-ikutan yang sudah leluhur kita tetapkan.. Tulisan ini gw buat tanpa bermaksud menggurui siapapun. Gw hanya ingin menertibkan letupan-letupan yang ada di kepala gw, dan yang paling gw harapkan tulisan ini dapat menuntun anak-anak gw kelak ketika mereka melakukan pencarian..  :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

shitty day

Apa itu bahagia?

Kenapa Menulis??