merindu pertemuan

Kutemukan keindahan. Bahagia yang tidak terperi.

Menyusup ke tulang dada. Ber-osmosis menembus peredaran darah.Membuat dendrit dan neurit menari-naribahkan triliunan sel yang menyusunku tunduk dzikir mengakui keagungan penciptaNya

Aku melucuti mahkota dunia yang bertengger angkuh di kepalaku,Ku hempaskan jubah keangkuhanKu lepaskan sepatu pembangkangan
Menyerahkan diri dalam perjanjian syahadat

'Asyhadu alla ilaaha illallah
Wa asyhadu anna Muhammadar Rasulullah'

Lorong panjang yang kutapaki kini berubahDari gelap menjadi terangDalam tatih dan dingin, aku memicingkan mataMendekat secercah sinar dari kejauhanMenjelma menjadi sebuah kereta di hadapanKereta itu berkata, "Selamat, kau telah mengucapkan passwords. Mari ikut aku menuju keselamatan dunia akhirat. Berpeganglah yang kuat, perjalanan kita akan sangat berat"

Aku menapaki gerbong dengan gugup.
Disana banyak manusia bersenyum madu dan bermuka terang.
Mungkin kulit mereka sering menyantap camilan yang mengandung cahayaMereka menyambutku dengan rangkulan hangat

Tut tuuut! Kereta pun berjalan.
'Mari kita bertualang, jika kita mati di perjalanan, tidak apa karena mati dalam terang lebih baik daripada mati dalam gelap', Masinis berkata.Kematian selalu menjadi horor bagi setiap manusia, tetapi tidak bagi para penumpang di kereta iniKematian adalah indah, bagi hamba yang mendamba pertemuan dengan Tuhan

Aku menikmati perjalanan
Perjalanan yang sama sekali tidak mulus,
Tidak apa-apa. Karena aku punya sebuncah rindu.
Rindu akan sebuah perjumpaan


***



"Jika kamu (menganggap bahwa) kampung akhirat (surga) itu khusus untukmu di sisi Allah, bukan untuk orang lain, maka inginilah kematian (mu), jika kamu memang benar." (QS. Al-Baqarah 94)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

shitty day

Apa itu bahagia?

Kenapa Menulis??