about life and truth


“The most unfair thing about life is the way it ends. I mean, life is tough. It takes up a lot of your time. What do you get at the end of it? A Death! What’s that, a bonus? I think the life cycle is all backwards. You should die first, get it out of the way. Then you live in an old age home. You get kicked out when you’re too young, you get a gold watch, you go to work. You work forty years until you’re young enough to enjoy your retirement. You do drugs, alcohol, you party, you get ready for high school. You go to grade school, you become a kid, you play, you have no responsibilities, you become a little baby, you go back into the womb, you spend your last nine months floating …and you finish off as an orgasm.” 
 George Carlin

....

Gw sering sekali berfikir tentang makna hidup, big times. Dan ini adalah catatan perjalanan gw dalam mencari makna. Mungkin dalam pencarian kebenaran sendiri gw pernah dicemooh atau ditertawakan, tapi gw ga peduli. Gw yakin, sesulit apapun perjalanan ini, namun pada akhirnya gw akan bertubrukan dengan muara.. sebuah titik terang yang dapat menjawab semua pertanyaan-pertanyaan yang merongrong akal gw selama ini.

Benarkah hidup ini didesain seperti: kau dilahirkan - kau muda untuk sekolah, bekerja, dan bersenangsenang - kemudian berkeluarga dan membuat keturunan - lalu kau tua - kau pesakitan - kemudian kau mati tak berdaya? ...kalau memang begitu, apakah hidup hanyalah sebuah transformasi dari sperma menjadi fossil? Hi God, there's so much more than this, right? Oh, come on..

Ck, pertanyaan-pertanyaan seperti ini semakin menggurita dan terus beranak. Kemudian datang lagi pertanyaan baru yang merecoki akal gw; Apa esensi dari eksistensi gw? mungkin arti kehadiran gw bagi orang tua gw adalah sebagai anak. Sebaik-baiknya anak adalah anak yg berbakti. Simply, gw harus jadi anak shalih. Lalu, eksistensi gw bagi sekitar gw adalah jadi teman, jadi sahabat, jadi tetangga, jd warga negara, blah blah blah. Lalu, apa eksistensi diri gw buat diri gw sendiri? berprestasi? berkarya? ntar, gw udah mati boleh jadi karya gw tetap hidup di dunia, prestasi gw tetap harum, tp akan kah di alam kubur sana gw peduli dengan karya-karya ciptaan gw? Apakah ada sesuatu yang bisa menjelaskan seberapa penting dan buat apaan kehidupan ini? apakah alam akhirat itu beneran ada atau hanya dongeng-dongengan kaum agamis saja?

Gw kumpulkan rentetan pertanyaan-pertanyaan yang berkecamuk di batok kepala ini, semuanya merujuk ke satu hal: "Tujuan Hidup". Dan sampai disini, ada ketukan 'aha' yang datang: Ah, ternyata gw sedang melakukan proses pencarian jati diri. 

Tujuan hidup? lalu seperti terdengar seperti suara orang-orang bogel yang mengerumuni gw sambil berdemo: "Faith! Faith! Faith!". Kenapa harus agama? Apakah mesti gw merujuk ke agama? Tapi ketika gw melihat dari sudut pandang science kaum materialis, kesimpulannya sama sekali ga memuaskan rasa ingin tau gw.. Hampa nilai! Then, if God exist, what the meaning of His plan? what do i looking for?  Then, if God exist,  where is the real God? 
I have to find out.

....

Baiklah, gw rasa gw udah cukup dewasa untuk menjadi nakhoda di kehidupan gw sendiri. Mungkin gw perlu mempermak beberapa hal di hidup ini..
Faith.
Gw muslim. Artinya gw sudah dilabeli dengan islam pada saat gw lahir. Kepercayaan yg diturunkan oleh orang tua gw, bukan pilihan gw sendiri. And actualy.. I feel hesitate with my own faith. See? ini hanya membuktikan betapa kerdilnya iman gue. Tapi gw mesti nyari tau, kenapa gw menganut agama ini? 

Pertanyaan usil itu menyusui rasa penasaran gw, semakin hari semakin besar. Dan sesudah itu, gw mengalami hari-hari yang berat. Tiada hari gw lewatkan tanpa merenung berfikir. Malam hari sebelum tidur, bahkan ketika gw baru bangun tidur, gw ga bisa mengenyahkan suara-suara ini. Im not trying to stop this flow..i enjoy this soliloquy conversation but not really.

Skripsi gw campakkan. Pikiran gw tersedot habis kesini. Dimana Tuhan yang benar? Sampai menangis gw rindu dengan apa yang disebut dengan kebenaran hakiki. Kebenaran akan menentukan tujuan hidup. Gw harap saat ini gw menemukan secercah kebenaran. Gw harap secercah penerangan bisa membawa gw menemukan bongkahan-bongkahan kebenaran lainnya. But..where do i start?

Jika saat ini ada kamu dan ada saya, ada bumi dan ada bima sakti, dan segala rupa dan segala perintilannya.. bukankah artinya penciptaan kosmik ini bersumber dari yang satu? Pasti ada kebenaran absolut di atas segala kebenaran nisbi, kan? Gw putuskan sebelum gw menemukan Tuhan yang meyakinkan, gw atheis dulu saja. Bukan gw ga percaya Tuhan itu ada, gw cuma ingin netral dalam menilai. Keberpihakan hanya membuat prasangka-prasangkaan subjektif.

Saat ini gw hanya bisa mencerna lewat panca indra gw yang terbatas. Segala sesuatu yang terbatas hanya bisa mendeteksi hal-hal yang terbatas. Gw percaya adanya Tuhan.. hanya saja gw ga tau Tuhan yang mana dan bagaimana cara mendeteksi keberadaanNya?

Suatu malam, dengan segala kepasrahan dan entah kenapa gw merasa sedih sekali waktu itu, Gw mencoba berdoa, kepada Tuhan dimanapun Dia berada, doa yang sangat tulus.. Doa yang terlahir atas keterhimpitan hati. 
"Ya Tuhan, saya tahu Engkau ada. Saya percaya engkau ada..karena saya dapat merasakan kehadiranMu di setiap skenario yang telah Engkau rencanakan atas kejadian demi kejadian yang menimpa hidup saya. Tidak ada kejadian yang kebetulan. Semua atas kehendakMu. Selalu ada titik di dalam kehidupan ini yang membuatku pasrah pada kekuatan yang lebih besar ketika aku merasa tidak berdaya. Kekuatan yang lebih besar, itu Engkau kan? Dan jika hari ini Kau mengkhendaki atas gamangnya hatiku, tolong tuntunlah saya ke jalan yang benar. Beri kan saya tanda-tanda yang dapat saya cerna, beri saya tanda-tanda yang menghantarkan aku kepada jalanMu, yaitu kepada cahaya kebenaran."
Saat itu gw merasakan mata gw panas. Sedih, bingung dan canggung, lupa kapan terakhir kali berdoa.

Jika Tuhan memang ada, gw yakin Ia dapat mendengar doa gw secara jelas. God, please take me higher. I won't be like this forever..

Bogor, September 2011

Komentar

Postingan populer dari blog ini

shitty day

Apa itu bahagia?

Kenapa Menulis??