Bermain-main di kepala bapak-bapak
Sore ini aku
bermain-main
di dalam kepala
seorang bapak-bapak
Di dalamnya
berserakan mutiara yang indah warnanya
Aku sangat senang
melihat segala keindahan bertaburan disana
Aku berlari kesana
kian kemari,
mengumpulkan mutiara di genggaman tanganku,
disaku bajuku, di dompet kecil helokiti-ku,
Ah, tidak! Semua kantong-kantong ku kurang dapat membendung harta sebanyak ini
Berjam-jam aku
habiskan untuk menonton kilauan mutiara,
Terlalu lama melihat pendaran kilaunya, sampai muntah pelangi aku dibuatnya, muntah yang indah.
Sama sekali tidak
membahayakan kesehatan loh
Tiba-tiba euforia ku
mendadak suram
perlahan aku
tersadar,
Aku tengah bermain
sendirian disini.
Mengapa tidak ada
yang menemukan harta karun ini ya?
Dimana teman-temanku?
Dimana teman-temanku?
Bukankah ini indah
sekali?
Mengapa tidak ada
yang tertarik dengan kilau mutiara2 ini ya?
Bukan kah untaian
mutiara ini akan membuatmu tampak elegan jika dikenakan?
Mengapa?
Kenapa?
Mengapa hanya aku
dan dompet helokitiku yang kehausan
disini?
Well, buddy! Kini
aku ingin menunjukkan karta karun ini kepadamu,
Catat baik-baik
alamat ini ya
Fyi, kini aku sedang
bermainmain di dalam kepala seorang bapak-bapak
bapak Buya Hamka
namanya.
Lewat buku-bukunya.
Komentar
Posting Komentar