Hai, Tuhan.
Aku tahu Kau selalu
ada, karena Kau selalu memberiku pertanda
Pertanda-pertanda
itu berserakan di jalan
Pertanda atas
jawaban dari doaku
Atau sekedar dari
pertanyaan usilku
Pertanda-pertanda
itu,
Kadang aku
tendang-tendang seperti aku menendang kaleng softdrinks di jalanan,
Kadang aku hanya
berlalu mengacuhkannya,
kadang aku
memungutnya satu dan kukupas habis sepanjang jalan pulang sesorean...
Tapi, Kau tidak
pernah lelah mencoba berbisik atau marah
Kalau perlu, Kau
hanya menyentilku, dengan sangat halus
Kehalusan dan
kebijaksanaanMu lah yang membuatku bercucuran air mata, wahai Tuhan.
Aku tahu Kau
menyayangiku, karena walaupun panca inderaku terbatas,
Tapi aku selalu
dapat menemukan jawaban dari teka-tekiMu, yang sengaja Kau simpan di balik
tumpukan dedaunan kering.
Bukan karena aku
lebih peka, tapi karena Kau yang menghendakinya
Dan aku selalu
menerima apa yang telah Engkau gariskan kepadaku.
Aku memasrahkan
segalanya kepadaMu kareana aku ini tidak berdaya
Aku percaya Kau
punya rencana. Rencana yang baik.
Tuhan, bagaimana
caranya agar kau semakin menyayangiku? Kau tahu kan betapa aku ketergantungan kepadaMu, Kau tahu aku tidak bisa hidup tanpaMu, tapi aku manusia pelupa..
Maaf jika rasa
sayangku tidak melulu stabil..
Tuhan, jika ada yang
bisa aku lakukan, bagaimana caranya membuatMu agar selalu mendekap aku?
Jangan lepaskan aku
lagi Tuhan, aku lelah tersesat di jalan yang gelap. Jangan biarkan aku
kehilangan arah lagi..jangan biarkan aku menggerus habis umurku dan
terlunta-lunta di jalan gelap panjang tak berkesudahan itu, tanpa pernah bisa
menemuiMu, bahkan pendaran cahayaMu.
indah, ringan dan dalam....nice poem !!!
BalasHapusterimakasih, salam kenal..
BalasHapuspadahal lagi galau, baca komentar mbak bella jadi senyum-senyum sendiri :)
warm regard,
gita