This. My Territority.

Tempat favorit gw adalah kamar gw. Bukan rumah, tapi kamar.
Kamar gw adalah teritorial gw. Hanyak sepetak kamar kecil berukuran 3x3 m, tapi itu absolut milik gw. Yah, setidaknya gw berpikir begitu.
Kamar itu berbatasan langsung dengan dapur dan garasi rumah, dimana gw terbiasa denger ocehan burung beo bawel cempreng dari garasi, suara percikan aerator air aquarium berisi dua ekor ikan arwana yang hobi nyimeng soalnya tu ikan suka ngejedug-jedugin kepalanya sendiri ke kaca aquarium kaya orang sakaw, dan dari dapur gw terbiasa mencium aroma masakan gosong bikinan emak gw. Yes, bau gosong yang selonong boy tanpa permisi ngelitikin idung gw dipagi hari, dan siang hari dan malam hari sekaligus.
Disini, Gw bisa melakukan apapun.
Gw bisa membiarkannya berantakan seperti kandang babi abis melahirkan atau membuatnya bersih bersilau seperti mesjid agung.
Tapi sayangnya gw lebih suka itu kamar seperti kandang, soalnya kalo kamar gw bersih gw jadi takut bereksperimen ngelakuin hal-hal gila karena takut ngotorin lante yang udah susah payah gw bikin kinclong atau sayang mengerutkan sepre kasur yang terbungkus imut.

Disini adalah tempat dimana ide2 gw berkeliaran.
Mulai dari ide konyol, ide nakal, ide gila, ide tragis, sampe ide yang bisa mengangkat harkat martabat hidup gw sebagai manusia.
Disini. gw bisa menumpahkan segalanya. Gw bisa ketawa ngakak sampai nungging-nugging di bantal, atau gw bisa menangis tersedu-sedu membasahi bantal, atau gw bisa berteriak penuh syahdu sambil muter2in bantal kaya koboy muter2in tali tambang-sebagai efek tersihir hingar bingar musik rock and roll, atau gw bisa berjingkrak-jingkrak ga indah melantunkan tarian liar gw, entah buat apa, tarian minta hujan atau tarian primitif bangsa darwin yang girang berubah jadi power renjer, atau apapun itu…tarian itu bisa membuat gw merasa lebih baik ketika diguncang kesedihan ataupun tertimpa kesialan. Dancing with myself.

Lebih dari itu…gw bisa menghabiskan waktu berjam-jam melakukan hal penting seperti menyanyi-nyanyi dengan gagang sapu atau menempeli dinding dengan note-note kuning, atau buang-buang umur dengan membaca ludes setumpuk buku digital.

My room is my own world. Disini gw bisa menikmati suara hujan, percikan air yang berdebum diatas tanah sehingga menguapkan bau yang hangat, duduk di kursi rotan tua menghadap jendela memandangi rintikan hujan, bertepuk tangan kepada angin yang sok anggun, melambaikan tangan kepada daun-daun yang melambai-lambai, menyeringai kepada kucing-kucing yang kedinginan. Dengan secangkir latte dan biskuit, semua pemandangan itu terasa lebih menyenangkan.
menatap hujan….memutar volume radio tua yang melantunkan suara dido, sarah mc lachlan, cranberries, zoey deschannel, bird and bee, coldplay atau si norah jones yang nyanyinya asal-asalan. Suara mereka sukses membuat gw berpikir kalo gw bener2 sedang berada di negara empat musim…
gw mulai berkhayal tentang anak kecil bermata sipit memakai mantel putih transparant dengan geraian rambut dora berbau cherry yang melompat-lompat diatas genangan air di rumput basah pada hari hujan. Gw berkhayal cipratan air itu mengenai wajah gw dan si anak kecil berambut dora itu tersenyum ke arah gw lantas memperlihatkan giginya yang kecil putih dan jarang2.
Gw memejamkan mata, lalu memenuhi paru2 degan menghirup udara dingin sebanyak-banyaknya, berkhayal gw berada di daratan tinggi berwarna hijau. Dengan tetesan gutasi bulir-bulir air yang menghiasi daun-daun bambu. Ga tau kenapa…semuanya identik dengan hujan dan dingin. Well, gw menghabiskan hidup disinilah, di kota hujan.

Atau gw berada di padang rumput luas yang penuh dengan zebra-zebra yang berlarian, atau tiupan dingin angin salju yang membuat pipi gw merona, atau terapung2 di air biru dengan ban kuning bergambar bebek…sampe imajenasi gw yang mulai ngawur, seperti: tubuh gw mengecil sampe setinggi tutup sirup ABC dan gw berenang-renang di wastafel cuci piring yang penuh dengan air lalu gw keramas disitu pake shampoo didi…hahaha semuanya bisa terasa jelas disini. Di kamar gw.

hal yang selalu gw lakuin: Merebahkan tubuh di sore hari selepas hujan reda, menutup wajah dan seluruh tubuh dengan selimut hangat, memejamkan mata - mendengarkan alunan musik bayi pemberian mama pas hamil gw…it’s feel so warm. Membayangkan gw yang hanya sepanjang 40cm meringkuk di dalam perut mama. Gelap. Mendengar degupan jantung mama, menerka2 apa yang beliau bisikkan waktu gw nendang perutnya pelan…trus tiba2 gw udah 20 taun ajah…

after all…Semua panca indera gw bermain lincah dikamar ini.

Gw hanya butuh aura kamar ini gw bisa tenggelam di dunia gw sendiri, autis, lupa waktu hanya dengan menulis, melukis, membaca, atau merubah apapun.
atau hanya diam, tanpa ada orang yang mengkritik apa yg sedang gw lakukan.

You know…i miss that place :,(

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

shitty day

Apa itu bahagia?

Kenapa Menulis??