catatan untuk ... masa depan.

Yes, im 21 years old now. Dan gw tau perjalanan hidup gw masih panjang. Sangat. Tapi siapa yang bisa memberhentikan roda waktu? Dulu pas umur 5 taun gw ga pernah berpikir tentang ke-21-an taunan gw ini dan *jengjeng* sekarang gw udah 21 aja.
Siapa yang bisa memberhentikan roda waktu? Mungkin dalam hitungan yang hanya seperti sekejap tiba-tiba *jengjeng* gw udah 81 taun aja.
Siapa yg bisa memberhentikan roda waktu? Gw bisa bilang sekarang gw baru 21, dengan kelakuan idiota dan absurdo gw di tiap hembusan nafasnya, dan gw pun boleh bilang bahwa hidup gw masih sangat sangat panjang, tapi apa salahnya berencana, menata, or something like that
*
Honestly, i hate writing diaries. But i like writing. Writing anything! Persepsi frontal, tanggapan, ide, teori sotoy, filosofi ngawur, sampe pointless shits yang merandomi otak gw, gw tuangkan dalam bentuk fiksi, dongeng, puisi maksa, soliloquy, monolouge, dialouge, esay dan hal-hal absurd lainnya.
Gw suka skeptis sama orang yang menilai bahwa tulisan-tulisan macam gini, blog-blog gembel gini adalah semacam curhatan yang encer. Encer-ga berbobot-ga penting. Atau, kenapa harus dipublish? Kenapa harus dibeberin kesemua orang? No man, ini terkait dengan semua pertanyaan gw tadi, siapa yang bisa memberhentikan roda waktu? Gw boleh aja punya ber-rim-rim kertas segede A0 untuk dituliskan hal-hal encer gini, atau gw bisa aja punya hardisk bergigia-giga bahkan bertera-tera utuk dipenuhi dgn tulisan-tulisan encer gini, tapi gw ga cukup baik dalam hal menyimpan. Baik ingatan di memori, maupun jejak di benda-benda seperti kertas maupun file di hardisk. Detik-detik terus berjalan, hal-hal terus terlewatkan, dan kehidupan masih harus direnangi. Menulis di media adalah salah satu cara untuk menyimpan. 

**
Inti dari segala inti adalah,

I want to keep this.
Semua pesan yang hendak disampaikan Tuhan tertuang di pengalaman-pengalaman hidup yang gw jalani setiap harinya. Sadar ga sih, hal-hal terbaik yang kita pelajari dalam hidup biasanya terjadi di saat kita mengalami kehilangan atau waktu-waktu tersulit..  Tapi sayangnya gw ga baik dalam hal 'merekam data' di otak, maka gw akan menyalinnya menjadi suatu manuskrip deklaratif.
i’m writing it here for the sake of my memories. I choose anemia over amnesia, because someday you and i are only a memory.

I won't left things unsaid and undone.
Mungkin setiap orang pernah  ngalamin stuck dimana kita tidak bisa menyelesaikan sesuatu, entah itu suatu masalah, suatu perkataan yang harus diselesaikan, suatu gatal yang tidak bisa digaruk, suatu kerusakan yang tidak bisa diperbaiki, suatu-suatu-yang meninggalkan bekas dalam? Yes, Maybe that's why books get written. That's why song get sung.

Bersyukurlah kita hidup di era di mana kita bisa menentukan pilihan. Pilihan untuk mendengarkan diri sendiri dan pilihan menjadi diri sendiri, bersukur kita bukan dilahirkan di jaman (atau di tempat) dimana manusia harus mencocokkan diri dengan nilai-nilai, tradisi ortodhok yang dibuat dunia sekitarnya yang sama sekali ga cocok dengan paham pemikirannya. Saat ini, menjadi berbeda bukanlah suatu kejahatan. Menjadi diri sendiri adalah hak semua individu. Menjadi seperti ini adalah pilihan gw. Gaya tulisan gw mencerminkan kepribadian gw. Kepribadian yang melekat di gerak-gerik, tutur kata, maupun cara berpikir gw terbentuk dari serangkaian proses, backround keluarga, maupun masalah demi masalah hidup yang gw hadapi. Gw ingin memperkenalkan diri, melalui tulisan encer ini. Someday, if I have children..I want to inspiring them whenever they'll read it. I want they know me as the way I am, as a human being, not  as their parents. Because there's a great wall that tear us apart. That's wall called expectation. Maybe they will hate me someday because I can't denny to not pushing/forcing them that I wish so hard they gonna get their best achievement in the future. I do will make the rules do's and dont's, or reward to whos obey or punishment to whos disobey it, but I cant help my self, because hell yes that's my job beeing a parent, I want the best for my children.
But deep in my heart, gw pengen mereka mengenal gw sebagai manusia biasa, gw pengen mereka tahu gw pun berpsoses, gw pernah jatuh cinta dengan orang yang salah sebelum bertemu ayah mereka, gw pernah ngalamin break down point, gw pernah mengalami kegilaan dan kebodohan di masa-masa remaja gw, gw pernah berkorban terhadap apa yg gw percaya dan apa yg ingin gw raih, gw pernah mengikuti  trend ini, mode itu, ataupun terjerumus di aliran musik anu, dan hal-hal bulshist lainnya, apa tanggapan gw akan dunia, akan hidup, tangisan terkencang gw, kebahagian terbesar gw, dan betapa gw akan merasa beruntung dan menyayangi mereka, karena mereka adalah treasure yang gw dapatkan, result dari akumulasi perjalanan hidup yang gw tempuh, bagaimana perasaan terindah gw di titik dimana gw mendapatkan mereka, bagaimana gw mencintai mereka lebih dari apapun dan gw ga akan memperlihatkan rasa sayang dan bangga gw dengan cara memperkenalkan mereka ke para tetangga 'hai kenalkan, ini anak saya, dia pintar blah blah blah, dia mendapatkan juara anu di blah blah blah, dia dapat beasiswa blah blah blah, dia aktif di organisasi blahblahblah. It's so lame. Tapi bagaimana anak-anak gw paham perasaan atau kebanggaan gw sebenarnya terhadap mereka? Gw ga mau temen-temen gw, atau para tetangga yang menceritakan kepada anak-anak gw tentang sosok seperti apa gw di dalam memori mereka, siapa gw sebenarnya, seperti apa gw sebagai manusia di hari pemakaman gw nanti. Do not tell them. Because, this is my job.

Suami gw ga akan pernah tau apa yang selama ini gw simpan, berwujud seperti apa semurni-murninya perasaan terhadap dia, apa yg gw pikirkan tentang perjalanan hubungan ini, sebesar apa cinta yang berakar di hati gw,
Teman-teman terdekat gw ga akan pernah tau betapa membahagiakannya bisa mengenal mereka di kehidupan gw, apa arti penting mereka dalam pembentukan karakter gw, dan betapa gw bersyukurnya dikelilingi manusia-manusia seperti mereka,
orangtua bahkan keluarga gw ga akan pernah tau betapa gw sangat menghormati dan menyayangi mereka dan akan melakukan apapun, apapun, apapun untuk membuat hidup mereka lebih baik dan pantas dan bahagia.
---------------------------------------------------------------------------------------------
Mereka ga akan pernah tau karena sangat sedikit kesempatan yang gw dapet untuk mengatakan itu semua kepada mereka. Kenapa? karena gw ga pernah tau kapan malaikat maut menjemput nyawa gw. Sekali lagi, siapa yg bisa memberhentikan roda waktu? Mungkin sekarang gw baru 21 tapi menurut gw ga apa-apa kalau harus memulai semuanya dari sekarang..
***
Gw bukan tipe orang yang gampang memuji, memeluk spontan, atau bertanya langsung, ketika orang yang gw sayang terluka. Cara gw menenangkan mereka adalah mengambilkan segelas air putih, lalu menutup pintu kamar mereka, memberi mereka spasi dan ruang dengan tidak bertanya - di saat itu, dan berharap sangat mereka akan bercerita segalanya keesokan hari tanpa gw minta. Gw ga mau maksa mereka untuk bercerita. Tapi gw akan selalu menunggu cerita mereka dan siap memberikan segala yang gw punya untuk menolong mereka.
Gw hanya bisa meninggalkan ini..tulisan-tulisan encer ini untuk menyampaikan pesan tersebut.  Gw berharap mereka bisa menemukan tulisan ini. Kalau gw tulis di kertas gw tau itu cuma akan jadi sampah yang menggunung. Kertas-kertas bisa berserakan, ketumpahan kopi, dimakan kucing, atau hardisk bisa ilang, rusak, atau keformat. Terimakasih teknologi, terimakasih internet yang bisa memudahkan segala akses kapanpun dan dimanapun mereka butuh membacanya. Dan yang terpenting adalah, semoga mereka bisa mendapatkan adventage atau semacam pelajaran, another point of view yang berguna, yg membuat mereka lebih kaya. Karena ga ada yang lebih membahagiakan gw daripada itu.


 
Silly wish list for my next chapter in my life.
  • Bikin rencana buat anak. Bukan jumlah ataupun blah blah blah, gw pengen ngewarning diri sendiri aja supaya ga melakukan kesalahan yang sama yang pernah ortu gw lakukan dulu, seperti
    • Memberikan banyaaak cerita dongeng, gambar2 imajinatif for my lil child
    • Membantu mereka menemukan minatnya. Dan apa yang menjadi passion mereka untuk hidup didalamnya dan kedepannya, membantu mereka menemukan api untuk tetap semangat dan tahu tujuan hidup mereka, membantu mereka mencarikan kompas hidup untuk pedoman mencapai tujuan mereka. Yep, fase ini membutuhkan sangat banyak pengertian, kesabaran, dan banyak stimulasi dengan berbagai media, musik, kertas, pena, kanvas, pensil, bola plastik, tali senam, sepatu balet, lego, binatang peliharaan, kaset, mic, robot-robotan, mobil-mobilan, barbie, etc etc . Be whatever you wanna be, son!
    • Give them more kiss and hug. Dan ucapan hapy birthday disetiap pertambahan umur mereka. Dan bertanya: 'kapan UAN?'
  • Gw pengen, sebagai anak gw ga ngerepotin orang tua, dan nantinya ketika gw jadi orang tua, gw ga mau ngerepotin anak.

*This. is. not the end yet* ;p

Komentar

  1. ckckck.happy birthday gita.i and other your close persons proud of you.such a great plan.go for it :)

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

shitty day

Apa itu bahagia?

Kenapa Menulis??