Petualangan manusia pendek akal: Kemping (1)

Aku punya temen. Ada yang ini, ada yang itu. Tapi aku mau ceritain temen yang PA. Alias Pendek Akal. Mikirnya ga banyak-banyak. Senengnya bilang "LESGO!" kenceng-kenceng. Mungkin karena itu juga kita berteman. Karena kependekan akal kita.

Smester 6. Ondo, Ijul, Iki, Leni, Bang Ed, dicampur Aku. Kita berenam pengen maen. Tapi maennya pengen hardcore . Maen jauh-jauh. Padahal 5 hari lagi UTS (Ujian Tengah Smester). Justru itu, rasanya pengen kabur dari kenyataan. Maka, kabur lah kita.

DIALOG:
Aku: "Pengen kemping.."
Ondo, Ijul, Iki, Leni, Bang Ed: "YUK!"
Ed: "Sekarang? Sekarang apah?"
Ondo, Ijul, Iki, Leni, Aku: "YUK!"
Ondo: "Ayok kita cari alat2nya. Sekarang."
Semua: "YUK!"
----------------------------------------------------------------------------------------
Niatnya, janjian jam 2 siang kita ngumpul di rumah Ijul, terus berangkat.
Tapinya, jadinya, baru berangkat jam 5 sore. Ngaret. Ada yg belom mandi. Ada yang ketiduran. Tapi berangkat tetep jadi. Harus jadi. Apapun yang terjadi.

Nyampe kaki gunung udah magrib. Semangat, masih semangat. Jalan cepet, sambil lompat-lompat riang, sambil ketawa-ketawa. Jalan terus. Medannya batu-batuan. Semangat, tapi mulai cape. Hosh hosh hosh. Lumayan. Aku sampe berenti beberapa kali. Makin gelap. Mata mulai rabun.

"Ada yang bawa senter ga?"
"Engga."
"Lu, bawa ga?"
"Ga"
"Kalo lu?"
"Engga"
"Lu?"
"Hhe…"
"Jadi?"
"Ga ada yang bawa senter? Satu pun?"
"Gw kira lo bawa"
"Gw kira elu yang bawa"
"Gw kira…gw kira.."
"Terus gimana?"
"Eh, eh, bentar. Perasaan gue bawa deh", *rogoh-rogoh ransel. Dapet! Tapi kecil.
"apaan nih? ko kecil?" . *Sinarnya ndut-ndutan. "eh?"
*meredup.. Meredup... padam.
"Kyaaa, kyaaa batrenya abis!"
*hening.

"Oke, kita pegangan." *stay cool.

Kita berenem jalan lagi.
Tiba-tiba,
"Grasak, grosok!"
"Ha? Suara apaan tuh?"
"ssttt!"
"Ba..babi?"
"Gatau, gelap!"
"Anjing?"
"gatau"
"uler?
*hening
*deg degan *tahan napas.
*pegangan tangan makin kenceng.

*10 menit berlalu.

*bisik-bisik: "Aman?"
"Kayaknya. Ayok jalan lagi"

Kita jalan lagi. Kaki sambil ngeraba-raba pijakan. Gelap, ga keliatan apa-apa. Jalan terus. Rasanya lamaa banget. Terus Jalan, sambil pegangan. Sampe kecapekan. Naik. Naik. Nanjak. Keringetan. Kedinginan. Kegelapan. Mual. Keabisan tenaga.

Udah putus asa. Rasanya pengen ngegelosor, dimana pun.
"Eh, ada gardu!"
"Hore! Horeee! Nyampee!"
Tiba-tiba capeknya jadi ilang. Hati menggebu-gebu.
Riang.

-----------------------------------------------------------------------------------
Kita berenam udah di spot yang sip. View mengarah ke dataran yang lebih rendah, luas, kelip-kelip lampu kota. Terkesima.
Kita maen tebak-tebakan. "Itu bangunan apa?". "Itu kan mol anu"."Kalo yang itu?"."Kalo yang ini?"."Eh, Rumah gue dimana ya?"."Koplok! Ga keliatan lah!".

"Eh, udah udah,ayok kita pasang tendanya!"

*Hening.
"Ko pada diem?"
"Ada yg bisa pasang tenda?"
*Hening. *Saling pandang.

"BAHAHAHAHA" *ngakak bareng
"Goblok lu! Goblok!"."Elu yang goblok!"."Masa ga ada yang bisa bediriin tenda"."emang lo bisa?"."Engga lah, gw seumur hidup ga pernah ikutan pramuka!"."Gue juga!". "Ahahahha"

Begitulah. 6 anak PA. Pendek Akal. Spontan. Tanpa persiapan.

Setengah jam kemudian itu tenda berdiri. Mencong. Ga peduli, yang penting senang. Untung ada petunjuknya.

Laper. Iki nyalain api. Ondo nyiapin ayam bakar.
"Eh, bumbunya?"
"Gue bawa indomi"
Bukan, bumbu ayam bakarnya"
"Pake aja bumbu indomi?"
"Eh?"

Ayam bakar dihidangkan. Endus-endus. Wangiii. Kunyah kunyah kunyah. Asin. Ayam bakar rasa indomi. Tapi tetep dikunyah. Kunyah sambil ngobrol. Ngobrol, sambil liat kerlap kerlip lampu kota. Dari sini semuanya keliatan kecil. Ngobrol, sambil curi-curi pandang ke kerlap-kerlip bintang. Mereka berkerlap-kerlip, seolah ikutan ngobrol bareng.

Ngobrol, kehausan. Seduh kopi . Satu gelas gede. Diminum rame-rame. Ganti-gantian. Mukanya kena-kena uap kopi. Anget sampe ketenggorokan. Minum sambil ngobrol. Makan sambil ngobrol. Kecanduan ngobrol. Ga bisa berenti. Seru. Seru. Seru!

Ngobrol. Ketawa. Ngobrol. Ketawa. Ngobrol dikit. Ketawa banyak.
"Hahahahaha"
"Hihihihihi"
"Ahahahaha"
"Aduh cape ketawa"
"sakit rahang"

Ketawa lagi. Ngobrol lagi.
Lama-lama obrolannya dalem. Merenung dalem. Ketawa dikit. Merenung lagi. Sampe subuh.

Dan kita berandai-andai, mencuri pikir:
"Anak-anak ARL seru yah"
"Iya, ..aneh-aneh, unik-unik, kacau-kacau"
"Gimana ya kalo nanti kita pisah?"
"sedih ga? Pasti. Pasti sedih."
"Jadi apa ya kita nanti?"
"Kerja dimana ya?"
"Masih bisa ketemu lagi ga ya?"
"Masih bisa kaya gini ga ya?"

Udah mau subuh. Harus tidur. Tabung tenaga. Buat petualangan besok pagi.
Dingin. Satuin kaki. Kaki-kaki dibundel, pake terpal. Kaya bayi yang dibedong. Anget.
Ngantuk.
Groook grook grok. *Ngorok.

***
bersambung

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

shitty day

Apa itu bahagia?

Kenapa Menulis??