Terbatas
Di kursi aku duduk
Memandang kesana-kemari
Tidak fokus.
Di kursi aku duduk
Sebelah kanan pot bunga ungu
Dan sebelah kiri gelas kosong berbercak kopi.
Di kursi aku duduk
Menghitung detik yang berlari
Hei detik, makan apa kau?
Larimu kencang sekali
Hei detik, apa sih agamamu?
Kenapa kau pintar memprovokasi menit, jam, hari, minggu, bulan, blablabla, mengikutimu berlari
Hei detik, bagaimana rasanya dimaki-maki dengan banyak orang?
Seperti aku, seperti orang-orang frustasi lainnya yang kehabisan waktu
Hei detik, mili detik, nano detik, apapun sebutanmu,
Bagaimana perasaanmu ketika kau memisahkan?
Hai detik, apa yang sebenarnya kau pikirkan?
Kau yang melukai, kau juga yang mengobati
Hai detik,
apakah kau tahu?
apakah kau tahu?
Ada kah yang bisa aku tinggalkan disini,
Ketika aku pergi?
Hai detik,
aku lelah..
aku lelah..
bisa kah kau berhenti berlari dan duduk sejenak disampingku?
sebentar saja..
tolonglah..
Komentar
Posting Komentar