Kisah si Katak Betina #5

Katak betina selalu menikmati pemandangan sore yang sama, yaitu kehadiran dua angsa yang sedang bercengkrama. Kadang, pemandangan itu membuatnya merasa payah, karena mengingatkannya kepada seekor buaya berahang besi. Lanjut…




Katak betina mendesah kepada teman setianya, si cermin hati.


Katak betina: "Hei cermin, lihatlah pasangan berbahagia itu! Mereka sangat menawan, dan sering kali membuat para lajang lapuk merasa iri. Tepat seperti apa yang ku rasakan saat ini."


Cermin: "jelaskan padaku, apa yang membuatmu iri pada pasangan angsa itu"


Katak Betina: "tidakkah kau lihat? Salah satu angsa itu berwarna putih bersih, sedangkan yang satunya lagi berwarna hitam berkilau..mereka saling melengkapi satu sama lain, seolah-olah mereka adalah angsa bersayap tunggal yang akan bisa terbang hanya jika mereka berpelukan satu sama lain. Kisah cinta mereka akan abadi selamanya."


Cermin: "hentikan omong kosongmu katak,,yang benar saja! Abadi katamu? Hahaha...Kau semakin menggelikan!"


Katak betina: Kau tahu cermin, konon, angsa adalah binatang yang paling setia. Sama seperti pinguin, mereka hanya menikah satu kali dalam seumur hidupnya. Apabila pasangan mereka mati, maka yang ditinggalkannya tidak akan mencari pengganti kekasaihnya sampai ia pun mati dijemput ajal. Huffft….andai saja aku dilahirkan sebagai angsa….tapi jangan pinguin.


Cermin: "Oh ya? Aku tidak tahu"


Katak betina: "lihat saja itu,,mereka terus bercengkrama semerta menunggu matahari sore tenggelam di ujung danau"


Katak betina dan cermin terus memperhatikan pasangan angsa itu sambil sesekali berdecak kagum. Namun tiba-tiba suatu kejanggalan terjadi, sang angsa jantan mengepakkan sayapnya seraya membuat air danau yang tenang menjadi ber-riak dan keruh. Secepat kepakkan sayapnya, secepat itu juga ia meninggalkan angsa betina yang tertunduk seorang diri.
Melihat kejadian itu, katak betina melesat melompati teratai demi teratai untuk menghampiri si angsa betina yang sedang menangis.


Katak betina: "apa yang terjadi, wahai angsa?", katak betina memiringkan kepalanya agar dapat melihat jelas wajah sang angsa yang tertunduk.


Angsa betina: "tidak tahu", sergahnya.


Katak betina: "maaf?", sang katak mengerenyitkan alisnya.


Angsa betina: Ya! Tidak tahu! Selalu begitu jawabannya! Apa pun yang aku tanyakan kepadanya, seperti; 'ada masalah apa? Apa yang terjadi denganmu? Mengapa kau berubah? Apakah aku telah berbuat kesalahan? Mengapa kau ingin pergi dariku?'..ia hanya menjawab 'tidak tahu, tidak tahu, tidak tahu',,lalu sekonyong-konyong pergi meninggalkanku!!" .Terdengar emosinya yang meluap-luap, entah sedih, entah marah.


Katak betina: "ng…." belum sempat sang katak menjawab..


Angsa betina: "Astaga, katak! TIDAK TAHU katanya!!" pekikannya terdengar sangat putus asa.


Katak betina: "Well,,berbicara dengan laki-laki yang kau sayangi sama seperti membenturkan kepalamu ke tembok". Ujar katak betina setengah prihatin, setengah asal.


Angsa betina: "biar kuberi tahu kau satu hal, wahai katak! Mitos itu omong kosong! Pasangan angsa bukanlah pasangan yang paling setia,,bahkan manusia yang konon punya akal dan hati nurani pun bisa bertindak lebih hina daripada binatang seperti kita yang hanya bermodalkan intuisi dan naluri"


Katak betina: "sudahlah angsa,,kadang kita terlalu fokus untuk mencari 'akhir yang bahagia' sehingga kita tidak belajar bagaimana membaca 'tanda'nya. mungkin 'akhir bahagia' itu bukan selalu pangeran berkuda putih ataupun pria yang baik yang akan selalu ada di sisimu,,mungkin 'akhir yang bahagia' itu adalah kau, sendirian, mengumpulkan kepingan hatimu dan memulai kembali melanjutkan hidup dan memperbaiki diri untuk sesuatu yang lebih baik di masa depan. . ."


Angsa betina: "mungkin.."


Katak betina: "hei angsa! Malam ini adalah malam bulan purnama,,berdandanlah! Kau akan berubah menjadi putri malam ini! Mari kita berpesta!!


Angsa betina: "pesta? Tapi apa yang kita rayakan?"


Katak betina: "tuhan memberkatimu"


Angsa dan katak betina saling tersenyum. Lalu sang angsa pun bergegas untuk mempersiapkan dirinya nanti malam. Katak betina kembali ke sahabatnya sang cermin yang sedaritadi menunggu ceritanya.


Cermin: "apa yang terjadi?"


Katak betina: "well, seperti yang telah ku katakan sebelumnya,, jangan percaya mitos! Mitos itu hanya lelucon. Kosakata "abadi selamanya" sepertinya hanya berlaku bagi gorila dengan kebiasaan gebuk-gebuk tete-nya"


Cermin: "well,lagi-lagi,,sendiri itu absolut"




*bersambung*
*pic from kagaya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

shitty day

Apa itu bahagia?

Kenapa Menulis??