Kisah si Katak Betina #4
Katak betina memandang ke luar kolam, lama. Ia semakin yakin kalau dirinya hidup di dunia penuh kedustaan. Impiannya sebagai perancang kolam termahsyur di dunia per-katak-an seakan terlihat menjauh. Akhir-akhir ini sang katak merasa tertatih-tatih menggapai mimpinya yang sempat mendekat. Ia butuh kekuatan atau semacam motivasi, pikirnya.
Katak betina menyambar cell phone keongnya yang sedari tadi membisu. Tak pernah berbunyi, ataupun bergetar. Lalu ia mengetik message singkat;"hai langsing!". Lalu pesan itu ia kirim ke nomornya sendiri. Beberapa detik kemudian keongnya bergetar pertanda pesan baru masuk. "Horee! Aku dapat sms!" pekiknya riang. Setelah ia buka pesannya, ia mesem-mesem bahagia membaca pujian itu. Well, pujian dari diri sendiri - untuk diri sendiri. Setidaknya itu membuatnya senang, sejenak.
Tapi beberapa detik kemudian motivasinya me-lunglai lagi.
Kekonyolan seperti itu sering kali ia lakukan-menghibur diri sendiri.
Kini katak betina mulai merasa lelah.
Ia tidak ingin impiannya semakin menggantung tinggi ke langit. Katak betina ingin melompat sekuat tenaga untuk meraih mimpinya yang kian membumbung tinggi ke udara, tapi saat ini kemauannya tidak melebihi keyakinannya yang meredup. Mimpi itu terbang,,semakin tak terjangkau.
Ketika sedang mematung dan meng-goblok-gobloki diri sendiri, tiba-tiba katak betina terhenyak menangkap sekelebat bayang yang begitu dikenalnya. Ia memicingkan mata untuk memastikan sosok hitam itu. Ternyata benar! Katak betina dikunjungi oleh..bukaan, bukan batman! Tapi seekor kelelawar hitam! Seekor makhluk legendaris yang begitu bersejarah. Tak terasa,,sudah setahun lamanya mereka tidak pernah bertemu. Setahun!
Kelelawar itu menyeringai, sebagai pengganti kalimat sapaan. Kurang dari dua menit, mereka berdua tergelak-gelak saling menghina satu sama lain. Terlalu banyak cerita yang ingin mereka bagi,,tapi mereka kebingungan harus mulai darimana, sehingga menyisakan jeda. Namun jeda dalam keheningan itu tetap terasa menyenangkan. Cerita-cerita mereka terus mengalir,,lambat laun gelak tawa mereda seiring katak betina menangkap sorot mata kelelawar hitam yang sedih. Katak betina menyadari,,betapa perihnya perpisahan yang dilakukan sendirian,,mengikhlaskan.
Waktu berjalan terus tanpa mau tahu. Tiba2 malam telah larut. Mereka harus mengucapkan selamat tinggal, walaupun katak betina masih ingin berlama-lama.
Katak betina: "Hai kelelawar hitam, bagaimana kalau kita bertukaran bau?"
Kelelawar hitam: "hahaha..kau ada-ada saja!"
Seraya katak betina menyemprotkan bau ke jubah hitam kelelawar.
Kelelawar hitam: "bau apa ini?"
Katak betina: "bau mimpi..."
Dan katak betina mendapati bau kelelawar,,bau kesegaran.
Seusai kata berpisah, katak betina kembali memandang ke luar kolam, lama, tapi dengan sorot mata berbinar. Ya,, bau kesegaran itu,,seperti angin segar, Katak betina merasa kembali kuat untuk menggapai mimpinya,,perancang kolam.
Katak betina menyambar cell phone keongnya yang sedari tadi membisu. Tak pernah berbunyi, ataupun bergetar. Lalu ia mengetik message singkat;"hai langsing!". Lalu pesan itu ia kirim ke nomornya sendiri. Beberapa detik kemudian keongnya bergetar pertanda pesan baru masuk. "Horee! Aku dapat sms!" pekiknya riang. Setelah ia buka pesannya, ia mesem-mesem bahagia membaca pujian itu. Well, pujian dari diri sendiri - untuk diri sendiri. Setidaknya itu membuatnya senang, sejenak.
Tapi beberapa detik kemudian motivasinya me-lunglai lagi.
Kekonyolan seperti itu sering kali ia lakukan-menghibur diri sendiri.
Kini katak betina mulai merasa lelah.
Ia tidak ingin impiannya semakin menggantung tinggi ke langit. Katak betina ingin melompat sekuat tenaga untuk meraih mimpinya yang kian membumbung tinggi ke udara, tapi saat ini kemauannya tidak melebihi keyakinannya yang meredup. Mimpi itu terbang,,semakin tak terjangkau.
Ketika sedang mematung dan meng-goblok-gobloki diri sendiri, tiba-tiba katak betina terhenyak menangkap sekelebat bayang yang begitu dikenalnya. Ia memicingkan mata untuk memastikan sosok hitam itu. Ternyata benar! Katak betina dikunjungi oleh..bukaan, bukan batman! Tapi seekor kelelawar hitam! Seekor makhluk legendaris yang begitu bersejarah. Tak terasa,,sudah setahun lamanya mereka tidak pernah bertemu. Setahun!
Kelelawar itu menyeringai, sebagai pengganti kalimat sapaan. Kurang dari dua menit, mereka berdua tergelak-gelak saling menghina satu sama lain. Terlalu banyak cerita yang ingin mereka bagi,,tapi mereka kebingungan harus mulai darimana, sehingga menyisakan jeda. Namun jeda dalam keheningan itu tetap terasa menyenangkan. Cerita-cerita mereka terus mengalir,,lambat laun gelak tawa mereda seiring katak betina menangkap sorot mata kelelawar hitam yang sedih. Katak betina menyadari,,betapa perihnya perpisahan yang dilakukan sendirian,,mengikhlaskan.
Waktu berjalan terus tanpa mau tahu. Tiba2 malam telah larut. Mereka harus mengucapkan selamat tinggal, walaupun katak betina masih ingin berlama-lama.
Katak betina: "Hai kelelawar hitam, bagaimana kalau kita bertukaran bau?"
Kelelawar hitam: "hahaha..kau ada-ada saja!"
Seraya katak betina menyemprotkan bau ke jubah hitam kelelawar.
Kelelawar hitam: "bau apa ini?"
Katak betina: "bau mimpi..."
Dan katak betina mendapati bau kelelawar,,bau kesegaran.
Seusai kata berpisah, katak betina kembali memandang ke luar kolam, lama, tapi dengan sorot mata berbinar. Ya,, bau kesegaran itu,,seperti angin segar, Katak betina merasa kembali kuat untuk menggapai mimpinya,,perancang kolam.
Komentar
Posting Komentar