Kisah si katak betina #2

"aku harus bertahan" katak betina mencoba menguatkan dirinya.


Dia tidak menitikkan air matanya sedikitpun. "Aku harus menjadi katak betina berdikari", tegasnya. Lalu ia mesem2 membayangkan dirinya adalah Enjelina joli, sosok katak betina berdikari sejati yang begitu terdepan dalam menyongsong hak2 ke-katak-an.


Lalu perlahan namun pasti, si katak betina membenahi kolamnya yang luluh lantak sedikit demi sedikit, dengan mengandalkan jari-jarinya yang lemah dan berselaput. Hari pertama, ia memulai pekerjaannya dengan bersiul-siul penuh semangat. Hari kedua ia bekerja dengan semakin bersemangat, meyakinkan dirinya,'ya..semua akan baik2 saja, kau akan baik2 saja". Hari ketiga tetap semangat, bahkan ia menertawakan pasangan bajing yang sedang bertengkar di balik semak2. Hari ke-empat ia memanjakan dirinya, memakai kalung manik2 dan mencat jarinya dengan cat ungu muda. Hari kelima ia masih merasa baik-baik saja. Hari keenam ia masih membenahi kolamnya dengan semangat…... Hingga minggu kedua, ia merasakan letih yang teramat sangat. Ia baru menyadari, ia begitu sendirian dan membutuhkan teman setia. Saat itu pula, setelah sekian lama ditinggal katak jantan, baru kali itu ia menangis. Ia menangis sejadi2nya. Perasaannya berkecamuk, sulit dilukiskan. Marah, gusar, kecewa, kalut, sedih, bingung bercampur tak berbentuk…ia menangis terisak-isak.




Ditengah sedu sedan tangisannya, datanglah seekor ibu peri yang tampak linglung kehilangan arah. Kepakan sayap kecilnya menghentikan tangisan si katak betina.
wah, ada ibu peri! Pasti ia tahu segala. Aku akan bertanya kepadanya, si katak betina terhibur sejenak. "hei ibu peri, bolehkah aku bertanya sesuatu?"
"yes, of course!" jawabnya layaknya mesin.
"apakah akan datang pangeran katak kepadaku yang bisa mengusir rasa kesendirianku ini?". Tanya katak betina penuh harap.
"no, first you must study". Jawabnya dengan gaya duduk bersila dan mengapung-apung di udara.
"apakah aku akan baik2 saja? Aku merasa sangat menyedihkan.."
"only if you want"
"tapi aku membutuhkan seseorang.." imbuhnya mengiba.
"bisakah kau ceritakan kepadaku, kriteria katak jantan macam apa yang kau inginkan?"
"wah, aku kira kau titisan fortune teller?!" Katak betina kembali menegakkan kepalanya yang tertunduk. "Welll, begini,,aku menginginkan katak jantan yang memiliki jiwa humor, kreatif, tertarik dengan hal2 baru, ekspresif, bisa memimpin , berminat dengan segala sesuatu yang berbau visual, menyukai lagu metallica, dia juga harus senang travelling, tertarik pada seni, mengerti bahasa inggris, suka film….."
"hei hei hei..sadarkah kau? Kau sedang mendeskripsikan tipe katak jantan ideal-mu atau mendeskripsikan dirimu sendiri?"
Si katak betina terdiam.
"begini katak betina, kriteria yang baru saja kau jelaskan tadi adalah hal-hal yang kau inginkan - bukan yang kau perlukan"
"bagaimana aku bisa membedakan antara hal yang aku inginkan dengan hal yang aku butuhkan?"
"Hal yang kau inginkan bisa kau penuhi sendiri, sedangkan hal yang kau perlukan adalah pelengkap bagi dirimu dan tidak bisa kau penuhi sendirian".
Katak betina mencerna perkataan ibu peri dengan sangat hati2. "Begitu ya? Terimakasih ibu peri. Baru kali ini aku berfikiran kalau menunggu adalah hal yang bijaksana. Baiklah, selagi aku menunggu kedatangan sosok katak jantan yang aku butuhkan, aku akan belajar menjadi katak betina yang dewasa dan bijaksana. Dengan begitu aku akan menemukan katak jantan yang tepat untukku." Katak betina seperti mendapat pencerahan.
"naaaaah!" sahut si ibu peri dengan posisi sila lagi. Dan *Ting!* tiba2 si ibu peri menghilang dan berubah wujud menjadi sebilah cermin yang berbentuk hati. Lalu cermin itu mendarat tepat di telapak tangan katak betina yang sedang menengadah.
"cermin?" tanya si katak betina takjub dan penuh keheranan.
"kau bisa berkaca dan melihat bayanganmu disini wahai katak betina, aku adalah cerminan hatimu - tempat kau berkomunikasi intrapersonal. Dan yang harus kau lakukan adalah percaya kepadaku - nuranimu". Si cermin berbisik.
Katak betina terlonjak kaget mendengar cermin yang bisa berbicara. Dan ia pun tertawa,,namanya juga negeri dongeng,,apapun bisa terjadi disini.
"wahai mirror-mirror on the wall, siapakah gadis paling cantik di dunia ini? Apakah dirikuuh?ya kan ya kan ya kan??"
"well, it's hard question. Of course not!"
Katak betina bete. baiklah, aku percaya kau adalah hati nuraniku, karena kau jujur. Hati nurani tak pernah berbohong.


*bersambung*
*pic from kagaya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

shitty day

Apa itu bahagia?

Kenapa Menulis??