Kisah si Katak Betina #1

Pada suatu hari, hiduplah pasangan katak betina dan katak jantan di kolam istana. Mereka hidup berbahagia, tidak kurang satu apapun di kolam yang penuh ketenangan, serta dikelilingi oleh gegap gempita istana yang penuh kegembiraan dan keagungan.
Sang katak betina dan katak jantan selalu berusaha agar membuat kolamnya nyaman untuk ditempati, well, walaupun sebelumnya sering terjadi percekcokan pendapat - menyatukan persepsi tentang bagaimana kolam yang indah itu seharusnya.




Akhirnya mereka sampai di suatu masa, dimana kolam itu berada di puncak kejayaan,,air kolam berwarna biru keperakan, sinar matahari menembus ke dasar kolam yang dipenuhi pasir dan ganggang biru, bunga-bunga teratai dan lotus bermekaran,
cyperus menari-nari terkena desiran angin, dibentengi oleh alang-alang air yang mengamankan kolam dari serangan binatang pengintai - membuat sepasang katak itu selalu merasakan kedamaian,,indah sekali.
Sepasang katak itu sangat gemar duduk di singgasananya, mereka menyebutnya Victoria cruziana, yaitu teratai raksasa yang berada tepat di tengah-tengah kolam. Mereka bisa menginterpretasi secara langsung keadaan kolamnya, berdecak kagum melihat luasnya kolam - dunia mereka, sambil membuat rencana-rencana mengenai hidup mereka ke depannya, bagaimana mereka menghabiskan masa tuanya, ataupun hanya menertawakan bajing-bajing yang berlompatan di balik rindangnya pepohonan..nyaman, sangat nyaman berada di kolam itu.




Namun sayang, keindahan itu tidak berlangsung lama. Setelah enam bulan tahap persiapan + dua bulan tahap perencanaan, setelah susah payah membangun kolamnya, tiba-tiba terjadi guncangan yang sangat hebat. Para prajurit istana berusaha menyelamatkan raja dan ratu berhamburan keluar istana, mereka berteriak "gempaa..gempaa bumii!". Mereka semua berlarian luntang lantung-kabur tanpa bersisa.


Surutnya goncangan bumi, disambut oleh sepi mendadak. Katak betina yang sedari tadi berlindung di bawah teratai raksasa, muncul ke permukaan kolam.

Ia hanya bisa menahan nafas. Hancur. Kolamnya hancur.

Lalu ia membuang pandangan ke berbagai arah, mencari katak jantan. 'kemana? Dimana kau? Lihat..rumah kita..lihat!', kolam hancur itu ia renangi dengan tertatih-tatih, mencari sosok malaikat pelindungnya. 'Disaat seperti ini aku sangat ketakutan,,tapi pasti ia mau melindungiku,,' ujarnya.

Setelah beberapa lama merenangi kolam yang keruh, akhirnya ia menemukan katak jantannya, terkapar di tepi kolam. Dadanya terluka, seperti tercabik tanaman berduri.
"hei,,sadarlah!" ujar katak betina sambil menepak pipi katak jantan. Katak jantan pun lamat-lamat terbangun.
"lihat kolam kita!" sang katak betina sesak menahan tangis. Sang katak jantan hanya termenung. Pandangannya kosong. Terlihat kelelahan yang amat-sangat dari pelupuk matanya. "aku lelah. Dan kau terlalu gampang menyerah" si jantan menyahut dengan dinginnya. "aku sudah tidak peduli dengan kolam hancur ini,"
Katak betina hanya tercenung mendengar perkataan katak jantan. "kemana saja kau ketika guncangan bumi itu berlangsung? Tidak tahukah kau,,aku sangat ketakutan dan membutuhkanmu..Aku lihat kau pergi ke kolam lain, mengapa? Aku pikir kita sudah bahagia dengan kolam sempurna ini, apa yang kurang dengan kolam kita?"
"kau lihat luka membaret di dadaku?"
"ya, apa yang terjadi tadi? Apakah kau baik-baik saja?"
"ini bukan luka karena guncangan tadi, ini luka ketika aku bersusah payah membangun kolam ini. Aku banyak berkorban untuknya. Dan sekarang sia-sia."
Si katak betina hanya terdiam. Dia sangat kebingungan dan berfikir keras.
Sang katak jantan meneruskan perkataannya,"baiklah, begini saja. Jika kau dihadapkan dengan suatu permasalahan dimana kau harus memilih diantara ketiga opsi ini, apa yang akan kau lakukan; a. memperbaiki apa yang sudah kau rusak, b. aku lupa dengan opsi ini, atau c. mencari hal baru?"
"aku akan menjadikan hal yang kurusak tadi sebagai pelajaran, dan mencari hal baru - berusaha tidak membuat kesalahan yang sama," jawab si katak betina.
"baiklah, jawabanmu meneguhkan persepsiku," kata si katak jantan mantap.
"aku juga punya satu pertanyaan," sela si katak betina,"apakah aku percaya, kalau hati memiliki alasan yang tidak diketahui oleh akal?"
"tidak" jawab sang jantan dengan cepat.
"okey..." kata si betina dengan sedikit kecewa.
"aku akan pergi, kau tahu?aku sangat lelah dan putus asa". Si katak jantan dengan cepat melesat - melompat ke kolam lain.

Kini, si katak betina memandangi kolamnya yang porak-poranda, dengan helaan nafas yang panjang. "okey,,sudah tidak ada lagi benteng ilalang, mungkin dengan mudahnya si ular jahanam akan mencaplok tubuhku, sudah tidak ada lagi bunga teratai dan lotus pelipur lara, tidak ada lagi gegap gempita dari pesta koktail di balik istana, dan kini singgasana ku telah rombeng tak berbentuk,,lengkap sudah,". Gelap. Sepi. Dan sendiri.

hahaha,,lucu juga ya,,memulai-menghancurkan-pergi-mencari yang baru-memulai lagi-*mungkin merusak lagi*-pergi lagi. ya,,dia benar. Sia-sia. Adakalanya aku harus belajar memperbaiki hal yang telah rusak.
"lagipula, bagaimana mungkin aku bisa mencintai katak yang hanya berfikir jika hati itu hanyalah organ penawar racun?ia tidak punya hati yang bisa melihat, berfikir, atau merasa. Yang benar saja…jadi selama ini, apakah ia pernah jatuh cinta kepadaku?"
"aku harus bertahan".




*bersambung*

*pic from kagaya 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

shitty day

Apa itu bahagia?

Kenapa Menulis??